Jambi22.com – Hasil perolehan suara mantan Wali Kota Jambi dua periode H Syarif Fasha pada pileg 14 Februari 2024 lalu, ternyata berbanding lurus dengan temuan survey yang dilakukan lembaga survey nasional Charta Politika Indonesia.
Hasil survei Preferensi Sosial dan Politik Kota Jambi yang dilakukan pada 15-21 Maret 2024 lalu itu, Fasha dinilai paling mempengaruhi pilihan nasyarakat terhadap calon Wali Kota Jambi di Pilwako 2024 mendatang.
Jika dibandingkan dengan data Pileg lalu, Fasha mendapatkan suara signifikan di Kota Jambi. mengungguli seluruh Caleg DPR RI lainnya dari Jambi.
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jambi itu mendapatkan 34 ribu lebih suara dari Kota Jambi saja. Ini merupakan bentuk kesukaan masyarakat terhadap figur Syarif Fasha.
Dalam rilisnya, Peneliti Charta Politika Indonesia Ardha Ranadireksa menjelaskan, tingginya tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah Kota Jambi ini sedikit banyak menjadikan Syarif Fasha menjadi tokoh yang dinilai paling mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap calon Wali Kota Jambi pada Pilkada 2024 November mendatang.
Fasha menjadi tokoh yang dinilai paling mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap calon Walikota Jambi pada Pilkada 2024 November mendatang,’’ jelasnya.
Bahkan, pengaruh Sy Fasha mampu mengalahkan pengaruh Gubernur Jambi Al Haris di Kota Jambi. Temuan survey Charta menempatkan Fasha di posisi teratas tokoh yang paling mempengaruhi pilihan politik masyarakat di Pilwako Jambi 2024 mendatang.
Fasha dipilih oleh 34,5 persen responden, disusul Al Haris 19,0 persen, Hasan Basri Agus 12,0 persen, Sutan Adil Hendra 3,0 persen, H Bakri 1,8 persen, Hazrin Nurdin 0,3 persen dan lainnya 2,0 persen serta yang tidak tahu atau tidak menjawab 27,5 persen.
Dari fakta ini, peluang bakal calon Wali Kota Jambi H A Rahman (HAR) untuk melenggang ke kursi wali kota semakin menguat. Sebab, H.A.Rahman didukung Fasha.
Dukungan Fasha ini terlihat, karena Fasha selalu mendampingi HAR bersosialisasi ke tengah-tengah masyarakat Kota Jambi.
‘’Survey dilakukan secara tatap muka (face to face interview) pada 15-21 Maret lalu dengan 400 responden. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 % ,’’ ujarnya.
Pengamat politik Jambi yang juga Wakil Rektor IAIN Kerinci,Jafar Akhmad sebelumnya mengatakan, kehadiran Fasha di peta politik pilwako masih memiliki pengaruh. Sebagai mantan walikota, Fasha masih memiliki kantong suara yang cukup besar.
“Tentu memiliki pengaruh terhadap Pilwako, tapi apakah signifikan atau tidak tergantung bagaimana menggerakkan mesin politik,” ujarnya.
Menurut Jafar, pengaruh itu bisa bisa dari kalangan birokrat yang masih loyal dengan Sy Fasha. Begitu juga dengan tim pemenangan yang masih dirawat oleh Ketua DPW NasDem Provinsi Jambi.
“Selain itu pembangunan yang dilakukan di Kota Jambi juga membuat Fasha masih mendapatkan tempat di masyarakat. Artinya ini juga berpengaruh,” sebutnya.
Tinggal siapa yang bisa mengaktifkan jaringan yang dimiliki Sy Fasha. Ini akan tergantung kepada siapa figur yang mendapatkan restu dari mantan Walikota Jambi dua periode tersebut.
“Kita tau di Kota Jambi itu ada irisan yang sama. Sehingga tergantung siapa yang bisa mengaktifkan jejaring tersebut,” pungkasnya.
Discussion about this post